organik Asam klorida pada uji boraks dalam bakso ini berfungsi untuk memisahkan senyawa boraks dan bahan-bahan organik di dalam ekstrak daging. Saat boraks terpisah dengan ekstrak daging, boraks akan segera teridentifikasi oleh kombinasi PVA dan kurkumin. Reaksi yang terjadi antara boraks dalam bakso dengan HCl dalam reagen Curcumax adalah Apabilahasilnya menggumpal maka sampel makanan tersebut positif mengandung formalin. Sedangkan untuk uji boraks pada sampel makanan, mula-mula kunyit ditumbuk halus. Setelah halus, tumbukan kunyit dicampur dengan air lalu disaring di dalam wadah. Kemudian kertas saring berabu dan tusuk gigi dicelupkan ke dalam wadah yang berisi air kunyit tadi Ujikandungan boraks dalam makanan Kali ini kita akan mencoba melakukan uji kandungan boraks dalam makanan. Tujuan : .. Alat dan Bahan: - Pisau - Sosis kemasan - Samp SimpanSimpan laporan uji boraks pada makanan Untuk Nanti. 83% (6) 83% menganggap dokumen ini bermanfaat (6 suara) 17K tayangan 9 halaman. Laporan Uji Boraks Pada Makanan. (kunyit) yang digunakan untuk mengidentifikasi asam borat. Uji warna kertas kunyit pada pengujian boraks yaitu dengan cara membuat kertas tumerik dahulu yaitu: a. ViewLaporan Prak biokim uji BIOLOGY 123 at Universitas Negeri Jakarta. LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA UJI KANDUNGAN BORAKS PADA MAKANAN Disusun oleh: Kelompok 5 Inayati Najiha Puteri Lakukanuji pada boraks sebagai pembanding sebelum menguji sampel. Tetesi boraks dengan kunyit, boraks akan berwarna merah kecoklatan. Lumatkan masing-masing sampel (bakso, tahu dan mie basah) dengan mortar, kemudian letakkan pada plat tetes. Tetesi masing-masing sampel dengan air kunyit, diamkan selama 3 menit. LMa2ayM. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Boraks berasal dari bahasa arab yaitu bouraq, merupakan bahan antiseptik yang digunakan sebagai bahan pembersih, pengawet kayu dan herbisida. Pada dasarnya fungsi boraks digunakan sebagai bahan industri non pangan seperti pembersih, pengawet kayu, bahan solder, dan antisetik. Namun sampai saat ini penggunaan boraks masih banyak disalahgunakan sebagai Bahan Tambahan Pangan BTP. Akibatnya banyak orang mengalami keracunan makanan disebabkan oleh pengunaan boraksBagaimana cara mengetahui boraks pada makanan?Untuk mengidentifikasi boraks pada makanan Boraks merupakan campuran natrium tetraborat dan asam borat. Penggunaan boraks pada makanan produk olahan makanan, membuat makanan dapat lebih menarik dan tahan lama sehingga tidak cepat basi atau berjamur. Meskipun jumlah tambahan tidak terlalu banyak, namun boraks mempunyai efek akumulasi yang berbahaya. Gejala keracunan boraks akut meliputi mual, muntah-muntah, diare, kejang perut, bercak pada kulit, suhu tubuh menurun dan lemah, juga dapat terjadi kematian akibat kolaps pernapasan. Pada keracunan kronik dapat menyebabkan demam, anoreksia, kerusakan ginjal, depresi dan bingung. Sampel yang digunakan pada pengujian ini merupakan sampel makanan. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dibeberapa warung penjualan makanan. Kategori penjual makanan dikelompokkan ke dalam kategori makanan gerobak pinggir jalan dan makanan rumah makan. Variabel yang diamati yaitu ada atau tidaknya kandungan Boraks dalam makanan. Pengujian boraks menggunakan bahan ekstrak kunyit. Uji boraks 1. Sediakan sampel yang akan diuji yaitu makanan gerobak pinggir jalan dan makanan rumah Sediakan ekstrak kunyit dengan konsentrasi 100% dengan cara menimbang kunyit sebanyak 50 gr dan dilarutkan kedalam aquades 50 ml kemudian disaring kunyit dihaluskan dan diambil ekstraknya. 3. makanan dihaluskan dengan menggunakan mortar kemudian simpan dicawan petri yang berbeda. 4. Masukkan sebanyak 1 gr sampel yang telah dihaluskan kedalam plat tetes yang telah diberi label 5. Teteskan masing-masing sampel dengan ekstrak kunyit dan amati perubahan warna yang terjadi. 1 2 Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA UJI FORMALIN DAN BORAKS PADA MAKANANLAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA UJI FORMALIN DAN BORAKS PADA MAKANAN Kelompok12 - Laporan Praktikum Biokimia Uji Boraks Dan Formalin0% found this document useful 0 votes558 views37 pagesOriginal TitleKelompok12_Laporan Praktikum Biokimia Uji Boraks dan FormalinCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes558 views37 pagesKelompok12 - Laporan Praktikum Biokimia Uji Boraks Dan FormalinOriginal TitleKelompok12_Laporan Praktikum Biokimia Uji Boraks dan Formalin You're Reading a Free Preview Pages 7 to 18 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Page 22 is not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 26 to 34 are not shown in this preview. Ahmad Fauzan Sazli ilustrasi / JAKARTA, KabarKampus – Boraks seringkali digunakan sebagai pengawet makanan. Untuk itu masyarakat harus hati-hati dalam memilih makanan, karena kandungan pengawet yang satu ini berbahaya bagi kesehatan. - Advertisement -Salah satu cara untuk menguji kandungan boraks dalam makanan adalah dengan menggunakan alkohol. Namun mahasiswa Prodi Pendidikan FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta menggunakan indikator alami yakni kunyit yang dikenal dengan kandungan kurkumin untuk menguji kandungan boraks tersebut. Mahasiswa tersebut adalah Na’in Anggraeni, Lutfiyatul Fuadah, Wheny Anif, Rifqi Ramadani, dan Dewi Sundar. Mereka melakukan penelitian dengan membuat paper test kit sederhana untuk Analisis Kadar Boraks dalam Makanan. Na’in Anggraeni, ketua tim peneliti mengatakan, bahwa kunyit merupakan bahan alami yang bisa digunakan untuk menguji kandungan boraks dalam makanan. Adanya kurkumin dalam kunyit membuat kunyit dapat digunakan sebagai kit yang dapat digunakan untuk menganalisis kandungan boraks secara sederhana. “Oleh karena itu, penelitian pembuatan paper test kit untuk analisis kadar boraks dalam makanan ini sangat diperlukan,” lanjutnya. Na’in menjelaskan, proses paper test kit dengan kunyit ini diawali dengan menumbuk halus kunyit dengan menggunakan mortar, ditambah sedikit air, dan disaring di dalam beaker glass. Kemudian air kunyit di dalam beaker glass sebagian dituangkan pada petridish. Setelah itu kertas whatman dicelupkan ke dalam petridis dan dibolak-balik hingga semua permukaannya rata dengan air kunyit. Langkah selanjutnya adalah kertas whattman ditata di atas papan dan dikeringkan di bawah terik sinar matahari. Lakukan langkah di atas pada larutan kunyit dengan perbandingan 5 ml kunyit dan 1 ml air. Kemudian lakukan uji daya kesensitivan paper test kit. Dari pengujian yang telah dilakukan, paper test kit ini mampu mendeteksi kandungan boraks pada makanan dengan kadar minimal 200 ppm. Semakin besar kadar ppm dari boraks maka semakin jelas warna coklat pada paper test kit. Menurut Na’im, alat ini digunakan dengan membuat ekstrak dari makanan yang akan diketahui kandungan boraksnya, misalnya pada bakso. Bakso ditumbuk dan ditambahkan sedikit air sehingga ekstraknya dapat diambil. Kemudian diteteskan ke paper test kit. Apabila warnanya berubah menjadi coklat, makanan itu mengandung boraks. Paper test kit sederhana ini dapat mendeteksi kandungan boraks hingga 200 ppm. Sementara para pembuat bakso komersial biasa menambahkan boraks ke dalam adonan bakso dengan kadar 0,1 – 0,5 % dari berat adonan. Jika dikonversikan ke dalam ppm menjadi sekitar 800-4000 ppm. Dengan adanya alat ini, tambah Na’in, masyarakat akan dapat meminimalkan konsumsi makanan yang mengandung boraks, yang dapat menimbulkan berbagai penyakit berbahaya bila sudah melebihi ambang batas di dalam tubuh manusia. [] - Advertisement - Praktikum1Mengetahui apakah terdapat kandungan boraks di beberapa bahanmakanan seperti mie kuning, bakso, empek-empek, tahu, dan beberapajenis mie ciri-ciri makanan yang mengandung boraks setelah di tetesilarutan kandungan yang terdapat di dalam kunyit sehinggadijadikan indikator penguji kandungan boraks pada TeoritisAkibat kemajuan ilmu teknologi pangan di dunia dewasa ini, makasemakin banyak jenis bahan makanan yang diproduksi, dijual, dandikonsumsi dalam bentuk yang lebih awet dan lebih praktis dibandingkandengan bentuk segarnya. Berkembangnya produk pangan awet tersebuthanya mungkin terjadi karena semakin tingginya kebutuhan masyarakatperkotaan terhadap berbagai jenis makanan yang praktis danawet Siti, 2017. Kebanyakan makanan yang dikemas mengandung bahan tambahan,yaitu suatu bahan yang dapat mengawetkan makanan atau merubahnyadengan berbagai teknik dan cara. Bahan tambahan makanan didefinisikansebagai bahan yang tidak lazim dikonsumsi sebagai makanan dan biasanyabukan merupakan komposisi khas makanan, dapat bernilai gizi atau tidakbernilai gizi, ditambahkan ke dalam makanan dengan sengaja untukmembantu teknik pengolahan makanan Siti, 2017. Dewasa ini boraks banyak sekali digunakan dalam industri makanan,seperti dalam pembuatan mie basah, lontong, ketupat, tahu, bakso, sosis,bahkan dalam pembuatan kecap. Padahal zat kimia ini merupakan bahanberacun dan bahan berbahaya bagi manusia sehingga sangat dilarangdigunakan sebagai bahan baku makanan Siti, 2017. Tentunya tidak ada seorang pun yang akan mengonsumsi jikamengetahui barang tersebut mengandung zat berbahaya di tidak semua orang mengetahui cara mendeteksi adanyakandungan boraks dalam bahan makanan dan bahayanya bagi boraks pada makananmakanan tersebut dapat kitarasakan pula perbedaannya dengan makanan yang tidak menggunakan

laporan uji boraks dengan kunyit